Sabtu, 10 Desember 2011 0 komentar

Ciri-ciri Naphtol


1.      Tidak berwarna dan tidak larut dalam air (dibutuhkan soda api)
2.      Merupakan zat warna adjektif (butuh zat lain untuk membangkitkan warna)
3.      Warna yang dihasilkan tergantung jenis garam naphtol pada saat coupling
4.      Pada saat intermediate time bahan kain naphtol peka terhadap udara, cahaya, tetesan cairan lain, uap kimia,sehingga harus dalam kondisi kering pada saat akan di-coupling
Jumat, 09 Desember 2011 0 komentar

Peta Madura

Ketika Anda pergi ke Madura, percayalah, Anda akan menemukan sesuatu yang istimewa yang tidak anda temukan di kota-kota lain. Bangunan tampaknya tidak berbeda dari bangunan di Surabaya atau kota-kota lain di Jawa Timur. Madura, saat ini, telah memiliki hubungan dengan modernitas. Situasi di masa lampau berbeda dari sekarang. Joglo, rumah tradisional Madura, memberikan suasana tertentu untuk siapa yang mengunjungi pulau itu. Namun, jenis rumah tradisional itu sekarang jarang ditemukan, meskipun, di desa-desa. Faktanya adalah sejumlah rumah gaya eropa yang mudah ditemukan di desa-desa.  
 Peta Pulau Madura
Siapa yang membangun rumah-rumah? Para pelaut. Meninggalkan daerah asal mereka untuk membuat jalan mereka dalam hidup adalah kebiasaan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dari Madura. Pendudukan yang paling favorit bagi orang Madura pelaut tradisional adalah karena fakta bahwa mereka dapat melihat seluruh dunia dan membuat uang besar. Sebagai akibatnya, membangun rumah besar ditiru dari gaya eropa telah menjadi simbol kesuksesan luar biasa mereka, pergi di seluruh dunia dan membuat pretty penny.
Rabu, 07 Desember 2011 0 komentar

Peta Pamekasan

Lokasi Tempat Wisata Pamekasan
Peta Kabupaten Pamekasan
Rabu, 30 November 2011 0 komentar

Zat warna napthol

Zat warna napthol
Zat warna napthol terdiri dari komponen sebagai komponen dasar dan komponen pembangkit warna yaitu : garam diazonium atau disebut garam napthol. Untuk melarutkan zat warna napthol menggunakan kostik soda. Napthol yang banyak dipakai dalam pembatikan antara lain : Napthol AS.G, Napthol AS.BO, Napthol AS, Napthol AS.BR, Napthol AS.D, Napthol AS.LB,  Napthol AS.GR,  Napthol AS.BS.

Garam Napthol
Sebagai pembangkit warna yaitu : Garam diazonium yang dipakai dalam pembatikan antara lain: Garam Kuning GC,  Garam Bordo GP,  Garam Orange GC,  Garam Violet B,  Garam Scarlet GG,  Garam Blue B,  Garam Red 3 GL, Garam Black B,  Garam Red B

Resep Zat Warna Napthol
Resep Zat warna napthol yang umum digunakan adalah Zat Warna Napthol 3 gr/liter, Kostik soda ½ (setengah) dari jumlah Zat Warna Napthol dan Garam Napthol adalah 3 kali jumlah Zat Warna Naphtol

Contoh Standar Warna Napthol

Selasa, 29 November 2011 0 komentar

Zat Warna Batik

Zat warna batik biasanya digunakan dalam proses pencelupan, yaitu suatu proses pemasukan zat warna ke dalam serat bahan mori, sehingga diperoleh warna yang sifatnya dapat dikatakan kekal. Zat warna yang biasanya digunakan dalam pembatikan tanpa sesuatu perubahan dalam pemakaian adalah zat warna bejana, zat warna langsung dan zat warna pigmen.

1) Zat warna bejana
Zat warna bejana mempunyai sifat antara lain adalah tahan gosokan dan cahaya. Dari jenis zat warna ini yang dapat digunakan dalam proses pembatikkan hanya terbatas pada indigoida dan indigosol.

2) Zat warna langsung
Zat warna ini mempunyai sifat cepat larut dalam air. Zat warna langsung dibagi menjadi dua jenis yaitu zat warna reaktif dan zat warna soga. Zat warna reaktif dapat dipakai dengan air panas ataupun dingin, sedangkan zat warna soga dipakai dengan air panas saja.

3) Zat warna pigmen
Zat warna pigmen yang sering digunakan dalam pembatikan adalah zat warna napthol. Proses pewarnaannya ada dua tingkatan yaitu : pertama, pencelupan napthol, kedua, pembangkitan warna dengan larutan dioxo atau nyareni.
Senin, 28 November 2011 0 komentar

Bahan Mori Batik


Mori adalah bahan baku batik dari katun. Kwalitet mori bermacam-macam, dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Karena kebutuhan Mori dari macam-macam kain tidak sama, keterangan dibawah ini barangkali bermanfaat juga.

1. UKURAN MORI
Mori yang dibutuhkan sesuai dengan panjang pendeknya kain yang dikehendaki. Udeng berukuran lebih atau kurang dari kebutuhan; oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sesuai dengan pemakaian yang semestinya. Tetapi kain tidak pasti ukurannya. Maka yang disebut sekacu ialah ukuran perseginya mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lainnya. Maka lebar mori sangat menentukan panjang masing-masing jenis mori, meskipun jumlah kacunya sama. Cara mengukurnya pun hanya dengan jalan memegang kedua sudut mori pada sebuah sisi lebar dan menempelkan salah satu sudut tadi pada sisi panjang berseberangan sepanjang lebar mori. Kalau akan mengambil beberapa kacu, maka berganti-ganti tangan kiri dan kanan memegang sudut mori itu, menempelkan pada sisi panjang yang sama dengan menekuk mori.

2. KEBUTUHAN AKAN MORI
Kain dodot membutuhkan mori 7 kacu. Tetapi karena kain dodot mahal harganya, maka fungsi kain dodot para penari diganti oleh kain biasa yang cukup panjang. Kain nyamping membutuhkan 2 atau 2,5 kacu, menurut kesenangan atau besar kecilnya si pemakai. Udeng membutuhkan mori sekacu. Udeng jadi ialah udeng yang sudah terbentuk, tinggal pakai. Udeng jadi ini sebenarnya hanya membutuhkan kain setengah kacu, dan memotongnya secara diagonal. Dalam dalam hal udeng yang memakai dua macam motif batik itu, si pemakai bebas memilih motif mana yang ditaruh diluar untuk diperlihatkan.Kain kemben membutuhkan 5 kacu, dan dapat kurang atau lebih sesuai dengan besar kecilnya si pemakai. Tetapi banyak orang perempuan memakai kutang dan kemben bersamaan dan bahkan masih memakai baju (kebaya). Kain sarung membutuhkan 2 kacu.

3. MENGOLAH MORI SEBELUM DIBATIK
Pengolahan mori sebagai berikut:Mori yang sudah dipotong diplipit. Benang pakan ialah benang yang melintang pada tenunan. Setelah diplipit kemudian di cuci dengan air tawar sampai bersih. Di daerah Yogyakarta dan Surakarta mori dijemur sampai kering setelah dicuci bersih mori terus direbus.Cara merebus mori di daerah Blora. Lebih dahulu orang membuat Wantu, yaitu air yang dipanaskan dalam suatu wadah sebelum sesuatu barang yang direbus di masukkan didalamnya. Wadah untuk membuat Wantu diberi dasar di dalamnya, supaya barang rebusan tidak hangus. Sebagai wadah dasar tadi digunakan daun bambu, daun pepaya atau merang (tangkai bulir padi). Bahan-bahan tadi lebih baik dari bahan lainnya untuk dasar merebus sesuatu, karena meskipun hangus tidak akan mengerut dan arangnya tidak mengotori mori.Setelah wantu panas, mori bersih dimasukkan di masukan di dalamnya. Mori kemudian diangkat dan dicuci untuk menghilangkan kotoran sewaktu direbus. Mori menjadi lemas ; kemudian dikanji. Bahan kanji ialah beras. Air rebusan beras diambil dan dinamakan tajin. Ada yang memakai cara seperti didaerah Blora, tetapi ada juga dengan cara beras dijadikan tepung halus. Air saringan seukuran tadi hanya untuk mori sekacu.Mori kering sehabis dikanji akan mengerut dan kaku. Mori dilipat memanjang menurut lebarnya. Jika ingin motif parang-paragan, atau motif-motif yang membutuhkan bidang-bidang tertentu, maka mori digaris terlebih dahulu. Biasanya kayu garisan berpenampang bujur sangkar.

Mori yang dibatik motif semen tidak perlu digaris, langsung dirangkap dengan pola pada muka mori sebaliknya. Pola ialah suatu motif batik dalam mori ukuran tertentu sebagai contoh motif batik yang akan dibuat LILIN (MALAM).Lilin atau malam ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik.

Sabtu, 26 November 2011 0 komentar

Sabun Cuci untuk Batik (Sabun Lerak)

Banyak pertanyaan muncul bagaimana agar batik tidak kusam dan tahan lama? Nah, Tentu saja tergantung pada perawatannya. Perawatan terpenting pada batik adalah bagaimana cara mencucinya, sabun apa yang dipergunakan, dan bagaimana cara pengeringannya pasca dicuci. Semua itu bisa teman-teman baca pada artikelku Tips Merawat Batik.

Disini saya pengen bercerita tentang sabun cuci untuk batik yang ramah lingkungan, yaitu lerak. Biji lerak terbungkus kulit cukup keras bulat seperti kelereng. Kalau sudah masak, warnanya cokelat kehitaman dan permukaan licin dan mengilat. Biji pohon itu mengandung saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci dan pembersih.

Lerak adalah pohon dengan kualitas kayu yang setara dengan kayu jati dan banyak tumbuh di pulau Jawa dan Sumatra. Biji pohon Lerak mengandung Saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci dan pembersih. Lerak (Sapindus rarak,  dulu sering dipakai sebagai deterjen tradisional. Biji Lerak memang dapat mengeluarkan busa seperti deterjen. Kandungan zat pahit dalam lerak juga sering digunakan sebagi isektisida dalam pertanian. Sedangkan dalam pengobatan, lerak dapat digunakan untuk mengatasi jerawat dan kudis, bahkan di Thailand lerak digunakans sebagai shampo.

Deterjgen lerak ramah lingkungan, dan hasil cuciannya juga lebih baik dibandingkan dengan detergen berbahan kimia, karena warna kain batik yang dicuci dengan detergen lerak tidak mudah pudar dan kusam dalam jangka waktu lama. Sehingga, kain batik menjadi lebih awet.
0 komentar

Lerak


0 komentar

Wajan

0 komentar

Lilin Batik

Gambar lilin batik, batik tulis maupun batik cap




0 komentar

canting

Canting
Jumat, 25 November 2011 1 komentar

Peralatan Untuk Membuat Batik Madura

Meskipun bentuk seni batik sangat rumit, alat-alat yang digunakan masih sangat sederhana.
Canting
Canting (dari bahasa Jawa, canthing, IPA:tʃanʈiŋ) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.Kegunaan canting dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Canting pada umumnya terbuat dari bahan tembaga dengan gagang bambu, namun saat ini canting untuk membatik mulai digantikan dengan teflon.
Canting memiliki ukuran yang berbeda dari spouts (nomor sesuai dengan ukuran) untuk mencapai efek desain bervariasi. Cerat dapat bervariasi dari 1 mm diameter untuk bekerja rinci dan lebih detail. Canting yang mempunyai cucuk yang berdiameter   besar,sangat baik untuk yang lebih luas spouts digunakan untuk mengisi bidang desain besar. Titik-titik dan garis paralel dapat digambar dengan canting yang memiliki hingga 9 spouts. Kadang-kadang segumpal kapas diikat di mulut canting atau menempel pada tongkat yang bertindak sebagai kuas untuk mengisi di daerah sangat besar.
Wajan 
Wajan adalah wadah yang memegang lilin meleleh. Ini terlihat seperti wajan kecil. Biasanya terbuat dari besi atau tanah. Wajan yang ditempatkan di atas kompor arang batu bata kecil atau kompor roh yang disebut 'Anglo'.
Lilin 
Berbagai jenis dan kualitas dari lilin yang digunakan dalam batik. Lilin umum digunakan untuk batik terdiri dari campuran lilin lebah, digunakan untuk sifat lunak, dan parafin, yang digunakan untuk kegemburan. Resin dapat ditambahkan untuk meningkatkan kerekatan dan lemak hewani menciptakan likuiditas yang lebih besar.Lilin terbaik dari pulau-pulau Indonesia di Timor, Sumbawa dan Sumatra; tiga jenis minyak bumi berbasis parafin (putih, kuning dan hitam) digunakan. Jumlah campuran diukur dalam gram dan bervariasi sesuai dengan desain. Berbagai warna lilin memungkinkan untuk menyamarkan bagian yang berbeda dari pola melalui berbagai tahap. Wilayah yang lebih luas dari pola diisi dengan lilin yang lebih murah kualitas dan lilin kualitas yang lebih tinggi digunakan pada bagian yang lebih rumit dari desain rinci.Lilin harus disimpan di suhu yang tepat. Lilin yang terlalu dingin akan menyumbat lubang cucuk dari canting. Lilin yang terlalu panas akan mengalir terlalu cepat dan tak terkendali. Artisan yang akan meniup sering menjadi tergadai dari canting lilin sebelum mendaftar ke kain untuk menghapus segala hambatan canting.


 
Kamis, 24 November 2011 0 komentar

Tips Merawat Batik


1.      Cucilah batik dengan shampoo atau cairan pencuci batik khusus
2.      Jangan mencuci menggunakan mesin cuci, karena bisa merusak warna batik, cucilah dengan tangan dan dikucek lembut.
3.      Jika terdapat noda, tetesi dengan jeruk nipis dan kucek bagian yang bernoda.
4.      Jika noda tetap membandel beri detergen pada bagian bernoda dan kucek.
5.      Keringkan dengan cara diangin-anginkan ditempat teduh.
6.      Ketika menyetrika lapisi dengan kertas koran.
7.      Jangan menyemprot minyak wangi langsung pada kain batik.
Selasa, 22 November 2011 0 komentar

Batik Madura

Batik Madura mempunyai ciri yang sangat khas tentang kehidupan dan lingkungan, sebagian besar mengambil motif binatang dan motif tanaman, seperti burung, kupu-kupu dan bunga. Orang mengklasifikasikan batik Madura sebagai batik pesisir. Hasil batik madura terbaik terbuat dari sutera yang di batik dengan tangan, yang biasa di sebut batik tulis. Pengerjaan  batik madura tulis kadang-kadang membutuhkan waktu penyelesaian sampai beberapa minggu.Batik yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur, ini terkenal dengan keberaniannya dalam memadukan warna-warna cerah.  Hal tersebut membuat Batik Madura sebagai alternatif pilihan dari berbagai macam batik yang telah ada.




 
;